• Selamat Datang Di Website Bappeda Kab.Paser

images

EKSPOSE RENCANA AKSI DAERAH AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN RAD – AMPL KABUPATEN PASER TAHUN 2018 - 2021

Tana Paser 18 Desember 2018, Rapat di buka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Paser pada Pukul 09.30 Wita di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Paser. Rencana Aksi Daerah Penyediaan Pelayanan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) adalah rencana daerah dalam penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk periode 5 (lima) tahun. RAD AMPL ini akan menjadi acuan bagi program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perangkat daerah yang bertanggung jawab untuk bidang AMPL dan menjadi acuan bagi pemda dalam pengembangan program AMPL dalam 5 tahun mendatang. Sejalan dengan latar belakang penyusunan Dokumen RAD AMPL Kabupaten Paser untuk Tahun 2018-2021, maka maksud dan tujuan adalah sebagai berikut : a. Rencana Aksi Daerah Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) adalah rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Paser dalam penyediaan air minum dan sanitasi untuk periode 5 (lima) tahun b. Sebagai bentuk komitmen Kabupaten Paser dalam pencapaian Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019 yang tertuang dalam RPJMN 2015-2019 c. Alat dalam mencapai Standar Pelayanan Minimum (SPM) air minum dan sanitasi d. Sebagai dokumen kebijakan dan strategi pengembangan Rencana Induk SPAM dan dokumen sanitasi Kabupaten Paser e. Mensinergikan kebijakan pusat dan daerah sehingga dokumen RAD AMPL menjadi dokumen yang harus diperhatikan daerah dalam penyusunan Renja Perangkat Daerah (PD), RKPD, Renstra PD dan RPJMD 1. Urgensi RAD AMPL dilaksanakan dalam rangka : a. Pemenuhan target nasional kebutuhan minimal air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) dasar bagi masyarakat harus diintegrasikan ke dalam target daerah melalui dokumen perencanaan pembangunan daerah b. Komitmen Pemerintah baik Pusat, Provinsi dan Kabupaten /Kota dalam pemenuhan Universal Access air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) harus tertuang di dalamm dokumen perencanaan dan penganggaran daerah (Wajib Dianggarkan, Pasal 298 UU 23/2014) c. Pemenuhan target nasional air minum dan penyehatan lingkungan (AMPL) harus memenuhi standar pelayanan minimal kepada masyarakat (Sesuai Pasal 18 UU 23/2014) 2. Gambaran umum akses air minum Kabupaten Paser tahun 2017 adalah 57,57%, sedangkan target SPM berdasarkan Peraturan Meneteri Pekerjaan Umum No 01/PRT/M/2014 akses air minum aman tahun 2019 adalah sebesar 81,77%. 3. Adapun jumlah pemenuhan akses air bersih/air minum melalui jaringan perpipaan PDAM adalah sebanyak 20.380 SR yang tersebar di 8 (delapan) kecamatan. 4. Pemenuhan akses air bersih pedesaan melalui program pamsimas pada tahun 2017 dilaksanakan pada 11 (sebelas) desa dengan jumlah penduduk yang dapat mengakses adalah 4.992 jiwa/1.930 KK. Tahun 2018 ada 12 (dua belas) desa yang melaksanakan program pamsimas dengan target penerima manfaat adalah 7.733 jiwa dan pada tahun 2019 direncanakan dilaksanakan di 10 (sepuluh) desa dengan target penerima manfaat 6.420 jiwa. 5. Akses sanitasi Kabupaten Paser terbagi menjadi 3 (tiga) sector yang terdiri dari : a. Sektor Air Limbah : Capaian akses air limbah yang layak di Kabupaten Paser adalah sebesar 41,11%. Target capaian SPM pengelolaan air limbah adalah jumlah penduduk yang terlayani system pengelolaan air limbah pada tahun 2019 sebesar 60%. SPM pengelolaan air limbah permukiman yang memadai adalah persentase jumlah penduduk yang terlayani dengan tangki septik/MCK Komunal/system pengolahan Air Limbah – SPAL Terpusat) terhadap jumlah total penduduk. b. Sektor Persampahan : Capaian akses layanan persampahan di Kabupaten Paser untuk perkotaan adalah 55,54% dan perdesaan 10,17%. Peraturan Presiden No 97 Tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga : • Pengurangan sampah rumah tangga : 30% dr angka timbulan sampah • Penanganan sampah rumah tangga : 70% dr angka timbulan sampah c. Sektor Drainase : Capaian akses drainase Kabupaten Paser pada tahun 2017 untuk perkotaan adalah 67,30% dan pedesaan adalah 22,30%. Persentase penduduk yang terlayani system jaringan drainase skala kota pada Tahun 2019 sebesar 50%. 6. Isu strategis AMPL adalah sebagai berikut : a. Belum lengkapnya peraturan yang mendukung penyediaan air minum dan sanitasi yang layak b. Belum adanya kebijakan komprehensif lintas sector dalam penyediaan air minum dan sanitasi yang layak c. Menurunnya kualitas dan kuantitas sumber daya air minum d. Belum diimbanginya pertumbuhan penduduk, terutama di perkotaan dengan pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi yang layak e. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) f. Masih terbatasnya kapasitas pemerintah daerah untuk menangani sector air minum dan sanitasi g. Investasi system penyediaan air minum dan sanitasi yang layak masih kurang memadai, baik dari pemerintah maupun swasta.

TAG

Dipost Oleh Selamet Mulyono

admin bidang Infraswil

Tinggalkan Komentar